RESUME PKKMB UNUSA 2025: Kegiatan Ilmiah Day 1


Surabaya Sebagai mahasiswa baru Fakultas Kesehatan Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA), saya merasa PKKMB (Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru) ini adalah momen krusial untuk beradaptasi dan memahami dunia perkuliahan. Lebih dari sekadar acara seremonial, kegiatan ini menjadi jembatan yang menghubungkan kami dengan berbagai aspek penting dalam kehidupan kampus, terutama yang relevan dengan bidang yang kami tekuni. Dalam resume ini, saya akan merangkum poin-poin utama dari tiga narasumber yang memberikan wawasan inspiratif, mulai dari bagaimana mengelola finansial secara cerdas, pentingnya menjauhi narkoba, hingga sistem pendidikan tinggi UNUSA yang akan menjadi bekal kami selama menempuh pendidikan..

Erisandy Yudhistiro: Penguatan Literasi Keuangan dan Kesejahteraan Mahasiswa 

Aset yang paling penting adalah individu atau diri kita sendiri yang dimana kita perlu menyiapkan siklus penceranaan keuangan termasuk siklus kehidupan kita juga. Salah satunya adalah bisa dilakukan dengan perencanaan investasi. Kesadaran diri dalam pengelolaan keuangan untuk kebutuhan hidup sangat penting (jika tidak memiliki hutang). Memilah antara kebutuhan hidup 45%, dana darurat 25%, tabungan 10%, dan bisnis investasi 20%. Jadi, ketika kita dihadapkan situasi mendapatkan penghasilan ataupun gaji, ada beberapa pos yang justru kita jadikan prioritas utama. Perlu direncanakan terkait pengeluaran ataupun perencanaan keuangan, dan harus menyisihkan dahulu sebagian pendapatan uang yang kita dapatkan setiap bulan nya untuk menabung investasi. Sisa dari uang tersebutlah kita bisa membeli keperluan yang lain.

Sumber pendapatan terbesar pensiunan di Indonesia (Sumber data: Survey Penduduk Antar Sensus BPS). Memiliki usaha/bekerja 38.2%, dana pensiun/jaminan 9.8%, tabungan 0.3%, surat hutang (Obligasi) 0.09%, suami/istri 8.4%, anak/menantu 39.6%, saudara/sanak famili 2.9%, orang lain 0.6%, total respoden 100%. Menentukan tujuan untuk investasi, misal menikah, rencana pendidikan anak, beli properti, dan pensiun perlu mempertimbangkan lama waktu yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan dan juga resiko. Meninjau periodik perkembangan portofolio secara periodik untuk mengoptimalkan imbal hasil sesuai tujuan yang telah ditetapkan. Semakin besar nomimal investasi, semakin besar juga pendapatan yang bisa diraih. Namun, resiko dibalik itu juga tidak kalah besar. Sebaliknya dengan berinvestasi dengan nomisal kecil. Pendapatan tidak jauh dari nominal investasi awal, memakan waktu, dan juga tetap beresiko. Umumnya jenis hutang kredit konsumtif dan kredit produktif. Kredit konsumtif adalah memenuhi keinginan pribadi dan tidak menghasilkan nilai tambah (Kredit elektronik & Kredit kendaraan). Sedangkan Kredit produktif adalah kegiatan usaha/bisnis dan mendapatkan keuntungan (Kredit rumah & Kredit modal kerja). Tujuan mengelola hutang yaitu mencegah beban berlebihan, membangun reputasi baik, mengoptimalkan dana arus kas, meningkatkan dana arus kas, meningkatkan kesempatan investasi, mencapai kemandirian finansial.

Teguh Sugiharto, S.Kom: Mahasiswa Bebas Narkoba Untuk Mendukung Generasi Rahmatan Lil'Alamin Unusa

Apa itu narkoba? Narkoba singkatan dari Narkotika, Psikotropika, dan bahan adiktif lain nya. Sesuai dengan isi Asta Cita pada nomor 7 yang bertulis 'Memperkuat reformasi politik, hukum, dan birokrasi, serta memperkuat pencegahan dan pemberantasan korupsi dan narkoba' yang mengarah pada mekanisme hukum dan tata kelola pemerintahan yang transparan serta memperkuat partisipasi aktif dalam membangun tata kelola yang sehat dengan tidak mudah untuk tergiur pemakaian obat obatan terlarang. Sama halnya dengan tugas BNN RI Sesuai UU No. 35 Tahun 2009 yang memiliki maksud untuk memberantas pemakaian narkoba. Tujuan UU No. 35 Tahun2009 tentang narkotika adalah menjamin ketersidiaan narkotika untuk kepentingan pelayanan kesehatan, memberantas peredaran gelap narkotika, menjamin pengaturan upaya rehabilitasi medis bagi penyalahgunaan narkotika, mencegah, melindungi dan menyelamatkan bangsa Indonesia dari penyalahgunaan narkotika.

Indonesia sebagai sasaran pemasaran karna kondisi demografis, geografis, dan pasar. Sindikat narkoba Internasional menyasar Indonesia sebagai pasar narkoba. Banyaknya pelabuhan tidak resmi dan wilayah interdiksi yang potensial sebagai pintu masuk nerkoba dari luar negri. Dan jumlah penduduk yang besar merupakan pasar potensial bisnis gelap narkoba. Narkoba memiliki beberapa jenis bedasarkan bahan asalnya seperti alami, semi sintesis, dan sintesis. Narkoba juga memiliki efek bedasarkan pada tubuh seperti stimulan, depresan, dan halusinogen.

Penggolongan narkotika dibagi menjadi 3 yaitu, Gol 1 hanya dapat digunakan untuk tujuan pengembangan IPTEK & tidak dapat digunakan dalam terapi berpotensi sangat tinggi mengakibatkan ketergantungan (Ganja, Heroin, Kokain, Opium, Kation, Extacy, dll).Gol 2 digunakan sebagai pilihan terkhir dalam pengobatan/terapi atau untuk tujuan IPTEK berpotensi tinggi menyebabkan ketergantungan (Morfin, Petidin, Fentanil, metadon, dll), Gol 3 memiliki daya ketergantungan ringan, tetapi bermanfaat dan berkhasiat untuk pengobatan dan penelitian (Kodeina, Buprenorfan, Etilmorfina, Nikokodina, Polkodina, Propiram). 

Ciri-ciri adiksi narkoba adalah keinginan kuat untuk menggunakan, kesulitan mengendalikan penggunaan, terus menerus menggunakan meskipun tahu akibatnya membahayakan, lebih memprioritaskan pada penggunaan dari pada aktivitas kewajiban lainnya, meningkatnya dosis dan frekuensi penggunan untuk efek mencapai efek yang sama, dan munculnya keadaan putus zat. Penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba dapat terkena ancaman hukum terkait pasal 111, pasal 112, pasal 114, dan pasal 127. Undang-undang No. 35 Tahun 2009 juga mengenai pasal tentang narkotika, yaitu pasal 54, dan pasal 128.

Apa itu rehabilitasi? Rehabilitasi adalah proses pemulihan ketergantungan penyalahgunaan narkoba secara menyeluruh (biologis, psikologis, sosial, dan lingkungan). Tujuan rehabilitasi adalah dalam jangka panjang diharapkan berhenti menyalahgunakan narkoba, perubahan perilaku ke arah yang lebih positif, peningkatan kematangan/pengendalian emosi, hidup produktif dan mampu berfungsi sosial.

Prof. Kacung Marijan, Drs., MA.,Ph.D - Wakil Rektor 1 Unusa: Sistem Pendidikan Tinggi Unusa

Universitas Nadhatul Ulma Surabaya atau UNUSA berdiri pada tanggal 2 Juli 2013, dan terakreditasi Unggul pada tahun 2023 dengan 18 program studi yang sudah terakreditasi Unggul, 2 program studi terakreditasi Baik Sekali, dan 3 prodi terakreditasi Baik. Rencana, penambahan Prodi, ntara lain pembukaan PPDS (Program pendidikan Dokter Spesialis - Rencana 5 Prodi) dimulai akhir tahun 2025. Kelas internasional di program studi S1 Keperawatan dan Ners TA 2026/2027. Penyelenggaraan S2 Kesehatan Masyarakat. Beberapa tambahan Prodi S1, S2, dan S3 lainnya. UNUSA (FEBTD) menghadirkan program unggulan internasional "Program Double Degree 3+1" bekerja sama dengan St. John's University, Taiwan. Program ini dirancang untuk memberikan pengalaman akademik, budaya, dan melalui kombinasi studi di dalam negeri dan luar negeri. Program ini tidak hanya memperkaya kompetensi akademik, dan Program 3 plus 1 ini, Unusa berkomitmen untuk melahirkan lulusan yang memiliki daya saing global, adaptif, serta siap berkontribusi di tingkat internasional.

Visi Universitas Nadhatul Ulama Surabaya (UNUSA) adalah menjadi lembaga pendidikan tinggi yang terkemuka dan unggul di Asean, berjiwa wirausaha serta berjati diri islami. Dengan misi melaksanakan pendidikan akademik, profesi, dan vokasi berdasarkan sumber daya dan atmosfer yang kolaboratif untuk memacu keinginan belajar, berfikir analistis, kritis, dan inovatif. Melakukan penelitian di berbagai bidang keilmuan melalui penguatan Sivitas Akademika dan Mitra Kerja untuk mendapatkan inovasi dan keuntungan yang bermanfaat bagi IPTEKS. Melaksanakan pengabdian pada msyarakat di berbagai bidang keilmuan melalui pengamatan hilirivasi hasil-hasil penelitian dan ide kreatif sivitas akademika dan mitra kerja untuk mendapatkan inovasi dan keuntungan yang bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat. Mengembangkan sumber daya manusia profesional yang kolaborasi dan kompetitif serta mampu menguasi, dan menerapkan IPTEKS berbasis Rahmatan Lil'Alamin. Melaksanakan good university government yang didasari jiwa wirausaha dan nilai nilai islami. Memperkuat budaya Ahlul Stomah Wal Jamu'ah An-Nadhlhah dalam kehidupan masyarakat.

Ketiga materi yang disampaikan oleh para narasumber ini tidak hanya membuka wawasan, tetapi juga membekali mahasiswa baru UNUSA dengan pengetahuan yang esensial. Dengan memahami literasi keuangan, bahaya narkoba, dan sistem pendidikan tinggi yang ada, kita diharapkan mampu menjadi individu yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga siap menghadapi tantangan di masa depan. Semoga informasi ini menjadi bekal berharga bagi seluruh mahasiswa baru dalam menjalani perjalanan di UNUSA.


Kunjungi website resmi Universitas Nadhatul Ulama Surabaya (UNUSA):

Liat juga blog teman saya: Fabyan Ramadhani Alexandra

Komentar

Postingan populer dari blog ini

RESUME PKKMB UNUSA 2025: Kegiatan Ilmiah Day 2

PRA BToPH 4 (basic training of public health)